Pergelaran Wayang Kulit Surakarta dengan lakon Sari Kudhup Palwaga berlangsung 6 September 2026 pukul 10.00–14.00 WIB di Museum Wayang.
Kisah Rama Wijaya dalam menegakkan kebenaran kembali diangkat melalui Pergelaran Wayang Kulit Surakarta dengan lakon Sari Kudhup Palwaga. Pertunjukan bersama Dalang Dyas Syawal Lukman ini dapat disaksikan di Museum Wayang pada Minggu, 6 September 2026.
Sari Kudhup Palwaga mengisahkan Rahwana yang dikuasai angkara murka dan memilih tetap mempertahankan Dewi Sinta di Alengka. Meski telah mendapat peringatan dari Kumbakarna, keputusan Rahwana akhirnya membawa Alengka menuju peperangan besar hingga dirinya dan kerajaannya harus menghadapi kehancuran.
Pergelaran Wayang Kulit Surakarta ini berlangsung pukul 10.00–14.00 WIB. Selain mengikuti perjalanan Rama Wijaya, pengunjung dapat menikmati kisah pewayangan yang membawa nilai kehidupan tentang dharma dan kebenaran yang selalu menemukan jalannya.
Detail Pergelaran Wayang Kulit Surakarta – Sari Kudhup Palwaga
Kapan Pergelaran Wayang Kulit Surakarta – Sari Kudhup Palwaga berlangsung
Pertunjukan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026. Pergelaran dimulai pukul 10.00 dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.
Di mana Pergelaran Wayang Kulit Surakarta – Sari Kudhup Palwaga diselenggarakan
Pergelaran diselenggarakan di Museum Wayang. Pengunjung dapat datang pada tanggal dan waktu pertunjukan untuk menyaksikan lakon Sari Kudhup Palwaga.
Apa yang dapat disaksikan di Pergelaran Wayang Kulit Surakarta – Sari Kudhup Palwaga
Pertunjukan membawakan lakon Sari Kudhup Palwaga bersama Dalang Dyas Syawal Lukman. Ceritanya mengikuti perjuangan Rama Wijaya dalam menegakkan kebenaran di tengah konflik yang melibatkan Rahwana, Dewi Sinta, Kumbakarna, dan kerajaan Alengka.
Rahwana yang dikuasai angkara murka tetap mempertahankan Dewi Sinta di Alengka meskipun telah diperingatkan oleh Kumbakarna. Keputusan tersebut kemudian membawa Alengka menuju peperangan besar hingga Rahwana dan kerajaannya menghadapi kehancuran.
Siapa yang dapat atau direkomendasikan untuk mengikuti Pergelaran Wayang Kulit Surakarta – Sari Kudhup Palwaga
Pergelaran ini dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menyaksikan kisah pewayangan melalui pertunjukan Wayang Kulit Surakarta. Cerita yang dibawakan juga mengangkat nilai kehidupan mengenai perjuangan menegakkan dharma dan kebenaran.
Bagaimana cara mengikuti Pergelaran Wayang Kulit Surakarta – Sari Kudhup Palwaga
Pengunjung dapat datang ke Museum Wayang pada Minggu, 6 September 2026. Pertunjukan berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 14.00 WIB bersama Dalang Dyas Syawal Lukman.
Pergelaran ini bisa menjadi agenda akhir pekan untuk menikmati seni pewayangan sekaligus mengikuti perjalanan Rama Wijaya dalam menghadapi konflik besar di Alengka.
Syarat & Ketentuan
- Pergelaran berlangsung pada Minggu, 6 September 2026.
- Pertunjukan dimulai pukul 10.00 dan berakhir pukul 14.00 WIB.
- Lokasi pertunjukan berada di Museum Wayang.
- Lakon yang dibawakan adalah Sari Kudhup Palwaga bersama Dalang Dyas Syawal Lukman.
👉 Cek gambar Pergelaran Wayang Kulit Surakarta – Sari Kudhup Palwaga di bawah ini untuk lihat detail dan informasi selengkapnya

Buat yang ingin menikmati cerita pewayangan di akhir pekan, catat jadwal pertunjukannya dan datang ke Museum Wayang untuk mengikuti kisah Sari Kudhup Palwaga.
FAQ
Kapan Pergelaran Wayang Kulit Surakarta berlangsung?
Pergelaran berlangsung pada Minggu, 6 September 2026. Pertunjukan dimulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Di mana pertunjukan Sari Kudhup Palwaga diselenggarakan?
Pertunjukan diselenggarakan di Museum Wayang. Pengunjung dapat datang sesuai jadwal pada 6 September 2026.
Apa lakon yang dibawakan dalam pergelaran Wayang Kulit Surakarta?
Lakon yang dibawakan adalah Sari Kudhup Palwaga. Ceritanya mengikuti perjuangan Rama Wijaya dalam menegakkan kebenaran menghadapi konflik yang terjadi di Alengka.
Siapa dalang dalam pertunjukan Sari Kudhup Palwaga?
Pergelaran Wayang Kulit Surakarta ini dibawakan bersama Dalang Dyas Syawal Lukman.
Apa cerita Sari Kudhup Palwaga?
Kisahnya berawal dari Rahwana yang dikuasai angkara murka dan memilih mempertahankan Dewi Sinta di Alengka meskipun telah diperingatkan Kumbakarna. Keputusan tersebut membawa Alengka menuju peperangan besar hingga Rahwana dan kerajaannya menghadapi kehancuran.
Apa nilai yang diangkat dalam kisah Sari Kudhup Palwaga?
Kisah tersebut membawa nilai kehidupan mengenai dharma dan kebenaran. Perjuangan Rama Wijaya menggambarkan upaya menegakkan kebenaran di tengah konflik dengan Rahwana.


